
Tabanan, 13 April 2026 — Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Pondok Pesantren Bali Bina Insani yang berada di bawah naungan Yayasan La Royba. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (13/4) pukul 08.00 – 09.30 WITA, bertempat di serambi aula pondok pesantren.
Pondok Pesantren Bali Bina Insani dikenal sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan pernah meraih penghargaan “The Best Toleransi” pada tahun 2021. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya akademik mahasiswa dalam memahami praktik nyata penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat.
Kegiatan diawali dengan penampilan seni dari para santri, meliputi hadrah, tari, qira’ah, serta sholawat yang mencerminkan kekayaan budaya dan nilai spiritual pesantren. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan pondok dan perwakilan kampus.
Dalam sambutannya, Pembina Pondok Pesantren Bali Bina Insani, Dr. K.H. Ketut Imaduddin Jamal, S.H., M.M., menegaskan bahwa nilai toleransi merupakan bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Beliau menyampaikan bahwa praktik toleransi yang diterapkan di lingkungan pesantren sejalan dengan semangat SDGs, khususnya dalam menciptakan kehidupan yang damai dan inklusif.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Manajemen Dakwah, Bapak Fathurrohman Husen, M.S.I., menyampaikan apresiasi atas capaian Pondok Pesantren Bali Bina Insani dalam membangun budaya toleransi hingga meraih penghargaan tingkat nasional. Beliau juga memperkenalkan tiga konsentrasi yang terdapat dalam Program Studi Manajemen Dakwah, khususnya Manajemen Kelembagaan Dakwah yang relevan dengan praktik pengelolaan pesantren. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat serta kesempatan belajar yang diberikan kepada mahasiswa.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama Pembina Pondok, Ustadz Yuli Saiful Bahri. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa, di antaranya terkait kualifikasi perekrutan tenaga pendidik non-keagamaan serta strategi pondok dalam merespons perkembangan zaman. Kunjungan ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Raehan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Manajemen Dakwah dapat memperluas wawasan serta memahami secara langsung implementasi manajemen kelembagaan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada nilai-nilai toleransi dalam konteks masyarakat multikultural.
MD Studi Lapangan ke Desa Panglipuran: Ada Keberlanjutan di Desa Wisata Terbersih Dunia
4 pekan yang lalu - Kegiatan Terbaru
Dalami Kebijakan dan Tata Kelola Haji-Umrah, MD Laksanakan KKL di Kemnhaj Provinsi Bali
4 pekan yang lalu - Kegiatan Terbaru
MD Kunjungi Pesantren The Best Toleransi 2021, Belajar SDG 16
4 pekan yang lalu - Kegiatan Terbaru