
Denpasar Bali, 13 April 2026 — 81 Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Kementerian Haji wilayah Denpasar, Bali, sebagai bentuk pembelajaran langsung terkait tata kelola penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.
Kegiatan ini didampingi oleh empat Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan disambut oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Bali (Kabag TU), Bapak H. Nasihuddin, S.H.I. Dalam sesi pengantar, Ade Yuliar, S.E., M.M. (DPL, dosen bidang ilmu manajemen) menyampaikan pentingnya kunjungan ini untuk memenuhi kompetensi mahasiswa tentang kebutuhan dunia lapangan akan SDM yang ahli di bidang penyelenggaraan haji dan umrah.
Dalam sesi ini, Nasihuddin memaparkan tentang peran strategis Kementerian Haji dalam mengelola perputaran dana haji yang besar sekaligus sebagai simbol nasionalisme dalam pelayanan umat. Dalam penjelasanya, beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia menjadi salah satu dari dua negara di dunia yang memiliki kementerian khusus haji, bersama Arab Saudi.
Mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai berbagai kebijakan terkini, di antaranya pemanfaatan gedung yang tidak terpakai sebagai kantor operasional, serta faktor kenaikan biaya haji sebesar Rp7,9 juta yang dipengaruhi oleh kondisi global. Selain itu, dijelaskan pula konsep "Tri Sukses Haji" yang meliputi sukses ritual, sukses peradaban dan keadaban, serta sukses dalam membangun ekosistem ekonomi haji.
Dalam aspek pelayanan, diperkenalkan filosofi PSL (Pakaian Sarung Lengkap) dengan simbol dasi kupu-kupu yang bermakna “melayani, bukan dilayani”. Mahasiswa juga dikenalkan pada pembagian layanan, di mana kantor kabupaten/kota menangani haji reguler, sedangkan kantor wilayah melayani haji khusus.
Beberapa wacana kebijakan turut menjadi perhatian, seperti rencana penyembelihan hewan dam di Indonesia guna memastikan distribusi yang lebih merata, serta isu “war tiket haji” yang hanya berlaku untuk kuota tambahan dari Arab Saudi yang direncanakan pada tahun 2030.
Tidak hanya pemaparan dari Kemenhaj Bali, mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan. Di antara yang ditanyakan soal pembinaan dalam manajemen risiko bermunculannya PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) ilegal. Ditanyakan juga soal peluang dan potensi mahasiswa MD dalam penyerapan SDM di Kemenhaj. Kabag TU menekankan profesionalitas adalah kunci dalam dunia kerja, teemasuk Kenhaj. Mengakhiri sesi, beliau menjelaskan, bahwa dinamika penyelenggaraan Umrah dan Haji selalu ada problem. Oleh karena itu evaluasi dan strategi perlu dilakukan untuk mengatasi kasus tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara komprehensif sistem pengelolaan haji, tidak hanya dari aspek ibadah, tetapi juga manajemen, kebijakan publik, dan diplomasi internasional.
Pihak kampus, diwakili Kaprodi, Fathurrohman Husen, M.S.I. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Haji wilayah Denpasar, Bali, atas kerja sama dan kesempatan yang diberikan dalam kegiatan ini, sehingga dapat memberikan pengalaman dan wawasan yang berharga bagi seluruh mahasiswa peserta KKL.
MD Studi Lapangan ke Desa Panglipuran: Ada Keberlanjutan di Desa Wisata Terbersih Dunia
4 pekan yang lalu - Kegiatan Terbaru
Dalami Kebijakan dan Tata Kelola Haji-Umrah, MD Laksanakan KKL di Kemnhaj Provinsi Bali
4 pekan yang lalu - Kegiatan Terbaru
MD Kunjungi Pesantren The Best Toleransi 2021, Belajar SDG 16
4 pekan yang lalu - Kegiatan Terbaru