
Boyolali, 06 Juni 2026 – Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Akselerasi Kompetensi Santri: Bijak Bermedia Sosial Tanpa Hoaks dan Peluang Karir Manajemen Dakwah di Era Indonesia Emas” yang bertempat di Madrasah Aliyah Al-Hikam Boyolali. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memberikan edukasi, pemberdayaan, dan penguatan kapasitas generasi muda, khususnya para santri, dalam menghadapi tantangan era digital dan mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045.
Acara diawali dengan pembukaan oleh M. Fata Habiburrahman (Mahasiswa Manajemen Dakwah Angkatan 2023) selaku Master of Ceremony, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi melalui sambutan dari Drs. KH. Juhdi Amin, M.Ag. selaku perwakilan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran santri sebagai generasi penerus bangsa yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi secara bijaksana.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rian Ratnasari, S.Pd. selaku Kepala Madrasah Aliyah Al-Hikam. Beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi di media sosial serta pentingnya mengenal peluang pendidikan dan karir sejak dini.

Pada sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Puput Yanita Senja, M.B.A., dosen Program Studi Manajemen Dakwah. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai peluang karir lulusan Manajemen Dakwah di era Indonesia Emas. Peserta diberikan pemahaman mengenai prospek kerja yang dapat digeluti oleh lulusan Manajemen Dakwah, seperti manajer lembaga keagamaan, pengelola biro perjalanan haji dan umrah, pengelola zakat dan wakaf, praktisi pemberdayaan masyarakat, konsultan organisasi sosial-keagamaan, hingga Tour Guide Wisata dan Biro Pariwisata. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya penguasaan keterampilan manajerial, komunikasi, kepemimpinan, serta literasi digital sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Melalui sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, para santri menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait prospek studi lanjutan, peluang kerja, serta kompetensi yang perlu dipersiapkan sejak bangku sekolah. Diskusi tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran peserta mengenai pentingnya perencanaan karir dan pengembangan diri sejak dini.

Materi kedua disampaikan oleh Dian Aprilia, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah angkatan 2023. Dalam paparannya yang mengangkat tema “Hoaks dan Moderasi Beragama”, Dian menjelaskan fenomena penyebaran informasi palsu (hoaks) yang marak terjadi di media sosial serta dampaknya terhadap kehidupan bermasyarakat dan beragama. Ia mengajak peserta untuk lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi dengan melakukan verifikasi sumber informasi terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada orang lain.
Selain membahas bahaya hoaks, Dian juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, moderasi beragama menjadi salah satu kunci dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Para peserta diajak untuk menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bertanggung jawab, serta mampu menyebarkan konten positif yang mendukung terciptanya ruang digital yang sehat dan produktif.
Sesi tanya jawab pada materi kedua berlangsung dinamis. Para santri aktif berbagi pengalaman terkait informasi yang mereka temui di media sosial serta berdiskusi mengenai cara membedakan berita yang benar dan berita yang mengandung hoaks. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya ketertarikan peserta terhadap isu literasi digital dan moderasi beragama yang saat ini menjadi perhatian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Manajemen Dakwah berharap para santri tidak hanya memperoleh wawasan mengenai peluang karir di masa depan, tetapi juga memiliki kemampuan literasi digital yang baik, sikap kritis terhadap informasi, serta komitmen untuk menjaga nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul, adaptif, dan berintegritas untuk menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim Program Studi Manajemen Dakwah, pihak Madrasah Aliyah Al-Hikam, dan seluruh peserta sebagai dokumentasi serta simbol keberhasilan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.