Loading...

Manajemen Dakwah UIN Surakarta Gelar PKM Wayang Sebagai Media Dakwah Gen-Z di Pondok Pesantren Al-Mustofa Ngeboran

Diterbitkan pada
19 Juni 2026 09:00 WIB

Baca

Boyolali, 19 Juni 2026 – Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Penguatan Skill Dakwah Gen Z melalui Wayang untuk Masyarakat Berkeadaban” yang bertempat di Pondok Pesantren Al Mustofa Ngeboran. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan budaya wayang kepada generasi Z sekaligus mengajarkan teknik dasar memainkan wayang sebagai metode dakwah. Berdasarkan Surat Tugas Nomor B-2494/Un.20/F.I/KP.02.3/06/2026, Prof. Dr.Agus Wahyu Triatmo, M.Ag., Dr. Akhmad Anwar Dani, M.Sos.I., Fathurrohman Husen, M.S.I., Rini Wulandari, M.Sc., ditugaskan Fakultas untuk menjalankan kegiatan PKM ini. Kali ini, Tim PKM berkolaborasi dengan mahasiswa aktif prodi Manajemen Dakwah (MD).

Acara diawali dengan pembukaan oleh Arnindya Rasya Putra Kurniawan (Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah angkatan 2024) selaku master of ceremony, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi melalui sambutan dari Bapak Dr. Akhmad Anwar Dani, M.Sos.I. selaku Dosen dari Manajemen Dakwah yang berisi pengantar dan menjelaskan terkait program PKM ini supaya peserta paham dengan acara yang akan di laksanakan.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 santri Pondok Pesantren Al Mustofa Ngeboran. Para peserta mendapatkan materi mengenai sejarah, nilai-nilai budaya, serta peran wayang sebagai media penyampaian pesan dakwah yang dekat dengan masyarakat.

Sebagai narasumber utama, Gus Ahmad Faqihuddin yang merupakan seorang dalang sekaligus mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah memberikan pemaparan mengenai teknik dasar memainkan wayang dan penerapannya dalam kegiatan dakwah. Para santri juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung cara memainkan wayang serta memahami pesan-pesan moral dan keagamaan yang terkandung di dalamnya.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Kyai Pengasuh Pondok Pesantren Al Mustofa Ngeboran, Ketua Program Studi Manajemen Dakwah, serta beberapa dosen Program Studi Manajemen Dakwah. Kehadiran para pendamping menunjukkan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan kompetensi dakwah berbasis kearifan lokal.

Selain menjadi sarana pembelajaran bagi para santri, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkenalkan kiprah Gus Ahmad Faqihuddin yang telah aktif berdakwah melalui media wayang di berbagai kesempatan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa generasi muda mampu mengembangkan metode dakwah yang kreatif, kontekstual, dan tetap berakar pada tradisi budaya bangsa.

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, Program Studi Manajemen Dakwah berharap dapat melahirkan kader-kader dai muda yang mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara inovatif sekaligus turut menjaga kelestarian budaya wayang sebagai warisan budaya Indonesia.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan sinergi antara perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat dalam membangun generasi yang berkeadaban.