
Surakarta, 23 Agustus 2026, Dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad Saw. Departemen Dakwah dan Budaya (Dakbud) HMPS Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kajian Maulid Nabi Muhammad Saw. di Pendopo Kewirausahaan UIN Raden Mas Said Surakarta.
Kajian ini disampaikan oleh Muhammad Faza Ansori (Anggota Dakbud), dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan empat sifat utama yang wajib diteladani dari Nabi Muhammad saw,. diantaranya Shiddiq (Jujur), Amanah (Terpercaya), Tabligh (Menyampaikan), dan Fathonah (Cerdas).
Shiddiq : Generasi muda harus senantiasa jujur dalam kondisi apapun, tidak boleh berbohong walaupun tujuanya untuk kebaikan, karena sejatinya sebuah kebohongan akan melahirkan sebuah kebohongan yang lain.
Amanah : Sebagai generasi muda apalagi kita yang diberi jabatan di HMPS ini, kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah diamanahkan kepada kita, karena besok kita akan dimintai pertanggung jawaban di hari kiamat tentang amanah yang kita emban. Walaupun dapat dipahami amanah adalah suatu hal yang sangat berat untuk dipikul karena dalam Qur'an surat Al-Ahzab ayat 72 pun disebutkan bahwa Allah telah menitipkan amanah kepada bumi, langit, dan gunung-gunung tapi mereka semua menolak karena khawatir tidak bisa mengemban amanah itu, akhirnya dipikullah amanah itu oleh manusia yang dikatakan إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا yang artinya sungguh manusia itu makhluk yang dzolim lagi bodoh, karena kebanyakan manusia yang diberikan amanah malah menyeleweng dari apa yang telah diamanahkan dan sewenang-wenang.
Tabligh : Berarti menyampaikan kebenaran yang bukan hanya disampaikan lewat perkataan saja tapi bisa dengan perbuatan ataupun keteladanan, contoh kita hidup di zaman digital ini haruslah kita menebar kebaikan lewat ketikan-ketikan di media sosial, apabila ada berita hoaks semestinya kita memberi tahu kesalahan berita tersebut, hal seperti itu sudah termasuk Amar Ma'ruf Nahi Munkar.
Fathonah : Kita sebagai generasi yang dikatakan generasi emas kita juga harus cerdas. Di zaman yang sudah semakin canggih dengan adanya kecerdasan buatan (AI), maka kita juga tidak boleh ketinggalan dan hidup berkegantungan terhadap AI karena apabila kita dikuasai oleh AI maka dipastikan hidup kita akan semakin tertinggal.
Semoga kajian ini dapat memberikan manfaat serta menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk apapun alasannya kita tidak diperkenankan untuk berbohong dan terus berikhtiar serta berdoa.
Napak Tilas HMPS MD ke Makam Kyai Ageng Gribig: Meneladani Perjuangan, Mempererat Persaudaraan
1 pekan yang lalu - kegiatan HMPS
Kajian Maulid Nabi Muhammad Saw. Internal HMPS Manajemen Dakwah 2026
1 bulan yang lalu - kegiatan HMPS