Loading...

Rakor MD Rancang Program Strategis 2026, Wujud Syukuri Akreditasi Unggul

Diterbitkan pada
28 Januari 2026 10:00 WIB

Baca

Surakarta, 28 Januari 2026 — Program Studi Manajemen Dakwah menggelar rapat semester genap Tahun Akademik 2025/2026 yang dirangkaikan dengan syukuran atas capaian akreditasi Unggul. Kegiatan yang dihadiri seluruh dosen ini menjadi momentum konsolidasi akademik sekaligus perumusan arah strategis program kerja tahun 2026.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Koordinator Program Studi Manajemen Dakwah, Fathurrohman Husen, M.S.I. menyampaikan bahwa moment ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum penting untuk menegaskan penguatan mutu akademik, penguatan branding keilmuan, serta perencanaan kegiatan tridarma perguruan tinggi yang lebih terarah dan berdampak.

Dalam pembahasan program kerja tahun 2026, Prodi Manajemen Dakwah menekankan integrasi nilai dakwah dengan isu-isu kontemporer, khususnya pada tema lingkungan dan transformasi digital.

Salah satu agenda penting adalah pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dengan tema Green Masjid yang menghadirkan narasumber Wakil Ketua I STIDKI Ar Rahmah. PPL tidak hanya diarahkan sebagai praktik lapangan, tetapi juga didorong menjadi kegiatan berbasis riset yang menghasilkan artikel ilmiah mahasiswa. Mahasiswa diberikan tiga pilihan bentuk laporan, yakni esai individu, artikel jurnal kelompok, atau laporan kegiatan kelompok.

Selain itu, pembekalan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mengangkat tema Manajemen Dakwah Hijau, yang membahas pengelolaan sampah, limbah air wudhu, dan isu lingkungan oleh lembaga dakwah. Kegiatan ini akan menghadirkan praktisi. Pelaksanaan KKL direncanakan pada April 2026 di Bali dengan tujuan yang disesuaikan dengan konsentrasi mata kuliah, meliputi pesantren inklusi, Kementerian Agama, biro haji dan umrah, hotel syariah, serta Dinas Pariwisata.

Pada aspek penguatan wawasan manajerial, Prodi juga merencanakan seminar bertema Kompetensi Manajerial Berbasis Digital dengan menghadirkan ahlinya.

Rapat juga menegaskan pentingnya branding keilmuan bahwa Manajemen Dakwah memiliki positioning yang berbeda dari Manajemen Haji dan Umrah. Penguatan identitas ini dinilai penting untuk memperjelas distingsi akademik sekaligus daya saing lulusan.

Dalam bidang mutu akademik, Prof. Agus Wahyu Triatmo mengajak para dosen sepakat bahwa capaian akreditasi unggul harus diikuti dengan kualitas mahasiswa yang unggul. Penguatan Higher Order Thinking Skills (HOTS), penyesuaian model perkuliahan berbasis tugas dan riset, workshop silabus, review soal ujian, serta kegiatan penjaminan mutu menjadi fokus pengembangan pembelajaran.

Program Studi juga memperoleh alokasi 2 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan 2 SPPD yang akan difokuskan pada penguatan jejaring asosiasi keilmuan. Di sisi lain, dosen diingatkan untuk menyiapkan dan memahami kewajiban pelaporan kinerja melalui SISTER, LBKD, dan sistem pelaporan akademik lainnya sesuai jabatan fungsional masing-masing.

Melalui rapat ini, Prodi Manajemen Dakwah menegaskan komitmennya untuk menjadikan tahun 2026 sebagai fase penguatan mutu, inovasi pembelajaran, dan pengembangan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman.